Pemain Persebi Pukul Wasit

Tuesday, 10 November 2009

BATANG-Kemenangan yang ditunggu-tunggu warga Batang datang juga. Persibat menundukkan Persebi Boyolali 2-0 (1-0) dalam lanjutan putaran kedua kompetisi Divisi I PSSI di Stadion Moh Sarengat, Senin (9/11) kemarin.

Namun, partai itu ternoda oleh insiden pemukulan terhadap wasit Sutikno. Wasit memberikan tendangan penalti setelah striker Arin Kusmanto dijatuhkan pemain belakang lawan di kotak terlarang.

Keputusan itu direspons dengan pengeroyokan oleh para pemain Persebi. Tendangan maupun pukulan berkali-kali mendarat di badan wasit asal Magelang tersebut.

Pertandingan pun terpaksa dihentikan sementara. Akhirnya tim tamu menerima keputusan wasit. Mantan pemain PSSI Barreti, Dwi Priyo Utomo, yang ditunjuk menjadi algojo berhasil menjalankan tugasnya. Tendangan kerasnya gagal diantisipasi kiper. Stadion Moh Sarengat pun seakan bergetar menyambut gol itu. Suporter Roban Mania dan Rewo-Rewo berjingkrak ria.

Tuan rumah tampil impresif. Jessie Mustamu yang baru sepuluh hari melatih, mampu menghidupkan tim. Bola mengalir lancar dari lini ke lini. Kedudukan 1-0 bertahan sampai wasit meniup peluit tanda babak pertama usai.
Babak Kedua Pada babak kedua, Persibat mampu menjaga konsistensi. Mereka tampil cepat. Barisan belakang yang diisi Handoro, Dwi Priyo Utomo, dan kapten Sugiyanto Ambon tampil taktis. Kiper Agus Tri Laksono juga bermain cemerlang. Para gelandang seperti Heru Purwono, Budiyanto, Abdul Kodir, dan Sugito, lancar mengalirkan bola ke lini depan.

Tampil sebagai ujung tombak adalah Arin, Bagong Sukirno, dan Kholis.
Permainan cepat diantisipasi tim tamu dengan permainan keras. Baru beberapa menit babak kedua berjalan, gempuran ”Banteng Alas Roban” mengakibatkan bek Sugiarto hands ball di kotak terlarang. Peristiwa itu terjadi di depan wasit.

Sutikno kembali menunjuk titik putih. Giliran pemain debutan Bagong ditunjuk menjadi eksekutor. Tendangannya mengecoh kiper Hadi Suryanto 2-0. ”Kami senang. Anak-anak sudah beradaptasi dan menerapkan instruksi dengan baik. Terima kasih juga kepada penonton,” ujar Jessie.

Asisten Manajer Bidang Teknik, Haryo Deko Dewo mengungkapkan kemenangan itu tidak lepas dari dukungan masyarakat. ”Terima kasih kepada Rewo-Rewo yang telah hadir. Demikian juga, Roban Mania. Kedatangannya telah mebuat anak-anak bermain penuh semangat,” katanya.

Persibat akan mengakhiri kompetisi dengan menghadapi PSBK Blitar, Minggu (15/11) mendatang. ”Kami mengharapkan kembali dukungan masyarakat. Ini semua untuk kejayaan Persibat,” imbuh Asisten Manajer Personalia Yuswanto.(ar-22)
Read more ...

Persibat Kembali Imbang

Wednesday, 7 October 2009

BATANG- Persibat Batang kembali gagal meraih kemenangan di kandang. Dalam lanjutan Kompetisi Divisi I Grup VII di Stadion M Sarengat, kemarin, tim Banteng Alas Roban ditahan Persekabpas Pasuruan 0-0.

Padahal, tim tamu diperkuat 10 pemain sejak menit 72. Wasit Jajang Sukandi mengusir stoper Arie Noviga yang menerima dua kartu kuning. Hasil seri itu tentu saja membuat kecewa ribuan pendukungnya. Sebelumnya, pasukan Imam Supardi bermain imbang 1-1 melawan Persedikab Kabupaten Kediri pada laga perdana, Minggu (4/10).

Heru Purwono dkk berkali-kali memiliki peluang emas. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat gol tak kunjung datang. ”Anak-anak sudah bermain bagus. Hanya, kami belum beruntung,” ujar Imam Supardi seusai laga. Di kubu lawan, pelatih Syafii menyatakan kepuasannya. Menahan imbang tuan rumah merupakan target yang dibebankannya
Ambisi Gagal Dalam partai lain di Stadion Pandan Arang, ambisi tuan rumah Persebi Boyolali mengambil kemenangan dalam setiap laga kandang gagal terwujud. Tim racikan Bambang Widayanto itu ditahan imbang tanpa gol oleh Persedikab Kabupaten Kediri.

Kedua tim sama-sama tampil menyerang pada duel tersebut. Sejak kick off, skuad tuan rumah yang dimotori Erwind Wijaya berusaha terus menekan lawan.
Sebuah peluang emas sempat terbuka saat Romadona dilanggar kiper Persedikab Cecep Cahyana di kotak terlarang. Wasit Umbul Wandono pun menunjuk titik putih.

Namun Wegig Sutopo gagal melakukan eksekusi dengan sempurna. Bola sepakannya melenceng ke sebelah kiri gawang lawan. Kendati gagal meraih nilai mutlak, Laskar Pandan Arang masih memimpin klasemen sementara Grup VII dengan empat poin. Posisinya dibuntuti Persibat Batang yang mengemas dua poin disusul Persedikab dan Persekabpas. Satu tim lain, PSBK Blitar, belum bertanding di grup ini. (ar,K21,D11-78)
Read more ...

Persibat Siapkan Strategi Khusus

Tuesday, 6 October 2009



BATANG-Persibat menyiapkan strategi khusus menghadapi Persekabpas Pasuruan dalam lanjutan kompetisi Divisi I Grup VII yang digelar sore ini. Sebelumnya mereka bermain imbang 1-1 melawan Persedikab Kabupaten Kediri.
’’Tidak ada alasan, bermain di kandang harus tampil all out untuk meraih poin penuh. Kekurangan dan kesalahan sudah kami evaluasi dan anak-anak siap memperbaiki,’’ ujar Asisten Pelatih Laskar Banteng Alas Roban, Tri ’’Jabrik’’ Widianto, semalam

Dia menambahkan, skuad yang akan diturunkan melawan kesebelasan berjuluk Laskar Sakerah itu juga berbeda. Tuan rumah yang diracik Imam Supardi dengan asisten Jabrik, M Abdul Muin dan pelatih kiper M Yasin, tidak ingin mengulang kesalahan.

’’Anak-anak sudah kami bekali hasil evaluasi saat lawan Persedikab. Selain itu, penyelesaian akhir juga sudah diasah,’’ tandasnya.

Sekretaris Manajer Dodik Abdul Rahman berharap para pemain bisa memanfaatkan laga kandang. ’’Yang penting konsentrasi dan memanfaatkan benar penyelesaian akhir,’’ ujarnya.

Pelatih tim tamu Subangkit menyatakan sudah mendapat gambaran kekuatan Persibat. Persekabpas yang Minggu lalu dipukul Persebi Boyolali, 1-4 menargetkan meraih poin penuh di Stadion M Sarengat.

’’Kami datang untuk mencuri poin. Kekalahan anak-anak di Boyolali sudah dilupakan. Kami ingin menang di Batang,’’ tandas pemain Persebaya era 1980-an itu, seusai membawa pasukannya mencoba stadion. (ar-22)
Read more ...

Persibat Ingin Menang

Saturday, 3 October 2009



BATANG-Persedikab Kabupaten Kediri menargetkan meraih angka penuh pada pertandingan perdana kompetisi Liga Divisi I melawan tuan rumah Persibat di Stadion M Sarengat, sore nanti.’’Kami ke Batang untuk membawa pulang tiga angka. Kalau tidak, minimal mencuri satu angka,’’ ujar pelatih Bambang Drajat setelah mencoba lapangan Stadion M Sarengat, sore kemarin.

Latihan laskar Bleduk Kelud diawali dengan lari-lari kecil dan dilanjutkan senam ringan. Barulah kemudian Bambang memberikan teknik umpan panjang.
Latihan diakhiri serangan di mulut gawang. Pemain diinstruksikan memberikan umpan lambung, lalu diakhiri dengan tendangan.

Dari kubu tuan rumah, pelatih kepala Imam Supardi dan asisten Abdul Muin bersama pemain mengintip dari tribun barat saat Persedikab latihan.
’’Anak-anak kami instruksikan bermain all out. Semua lawan kami anggap berat,’’ ujar Imam Supardi.

Tandang

Di pertandingan perdana Kompetisi Divisi I Grup V yang dimulai sore ini, Persik Kendal menghadapi lawan berat.

Tim asuhan Firmandoyo itu akan melakoni partai tandang lawan tim tangguh Persikaba Blora.
Meski berat, pengurus tetap berharap Firman Sukmono dkk bermain fight agar bisa mencuri poin.

’’Tidak ada kamus menyerah sebelum bertanding. Pemain sudah dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi ini. Jadi, mereka tetap kami targetkan mencuri poin,’’ tandas Supriyono, Ketua Umum Persik, kemarin.

Persikaba, kata Supriyono, tim kuat. Hal itu bisa dilihat pada materi pemainnya yang sebagian besar berkualitas dan berpengalaman.(ar,H13-27)
Read more ...

Persibat Tidak Akan Memakai Dana APBD

Monday, 6 July 2009



BATANG-Persibat dipastikan mengikuti kompetisi Liga Indonesia, meskipun belum diketahui apakah terdegradasi ke Divisi I sesuai hasil kompetisi musim lalu, atau tetap di Divisi Utama.
”Degradasi atau tidak, kami pantang mundur. Bahkan, mungkin kamilah satu-satunya yang sudah siap mengikuti kompetisi,” ujar Ketua Umum H Bambang Bintoro di Batang, kemarin

”Duitnya dari mana, belum diketahui. Yang penting bukan dari APBD,” ujarnya.
Seperti tahun sebelumnya, pihaknya akan mandiri. Caranya dengan memberdayakan masyarakat.

Salah satu pertimbangan untuk terus berkompetisi adalah karena ”Banteng Alas Roban” selalu mendapat dukungan masyarakat. Selain itu, mereka menjadi satu-satunya wakil belahan barat Pantura Jawa.
”Persibat akan terus prorakyat, karena itu saya katakan jalan terus.”

Rapat

Ketua Bidang Organisasi H Priyodigdo menyatakan, pihaknya sudah dua kali menggelar apat. Namun, langkah selanjutnya tetap belum bisa ditentukan.
”Karena belum ada keputusan soal keberadaan Persibat, apakah di Divisi Utama atau Divisi I. Sampai sekarang belum ada surat dari PSSI maupun BLI,” ujarnya.

Ketua Bidang Pembinaan H Sunarto sudah melakukan koordinasi dengan PSSI di Jakarta. Namun, tetap belum menerima keputusan pasti.
Meskipun belum ada kepastian, sejumlah pelatih kenamaan sudah menghubungi beberapa pengurus. Sejumlah pemain juga menyatakan keinginannya bergabung.

”Dari pelatih yang sudah menghubungi, ada yang pernah menangani tim Superliga,” ujar AKP Haryo Deko Dewo, asisten manajer Persibat pada kompetisi Divisi Utama 2008-2009.(ar-22)
Read more ...

Sudah Degradasi, Didenda Rp 205 Juta

Thursday, 14 May 2009



BATANG-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami Persibat Batang. Setelah terjerembab degradasi dari Divisi Utama, kini Laskar Alas Roban masih harus menanggung denda dari Komisi Disiplin sebesar Rp 205 juta.
Denda sebesar itu akibat dari tujuh kesalahan pada laga Liga Divisi Utama musim kompetisi 2008-2009 dan di ajang Copa Dji Sam Soe 2008, yang telah berakhir Minggu (10/5) lalu. Kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh personal manajemen, pemain, tim dan para penonton kala Persibat menjadi tuan rumah.

Sesuai catatan Badan Liga Indonesia (BLI), Manajer Persibat Bambang Bintoro SE tercatat melakukan kesalahan 2 kali. Yakni, kala berlangsungnya laga Divisi Utama antara Persibat vs Persiraja Banda Aceh (29/11), dan Persibat kontra Persikad Depok (13/12) pada ajang Copa Dji Sam Soe.
Buah dua kesalahan tersebut, Persibat didenda Rp 50 juta dan Rp 30 juta. Serta larangan beraktifitas di dunia sepakbola Indonesia selama 1 tahun. Ditambah lagi, gara-gara mendapat 4 kartu kuning saat menjamu PSAP Sigli (3/12), Persibat didenda Rp 10 juta. Juga saat menjadi tamu di kandang PSSB Bireuen (16/4) dengan 4 kartu kuning. Persibat didenda Rp 15 juta.
Akibat ulah penonton yang melakukan pelemparan dan masuk lapangan, Panitia Pertandingan Persibat melawan Mitra Kukar (3/2) dan Persisam Samarinda (7/2) juga terkena getahnya, berupa denda Rp 20 juta dan Rp 30 juta. Begitu pula dengan Kholis yang memukul Assisten Wasit II, yang berakhir keluarnya denda Rp 50 juta dan skorsing 3 kali pertandingan.
Nasib apes yang dialami Persibat tidak berhenti disitu. Akibat tidak mendapatkan ijin menggelar pertandingan di Stadion Moh Sarengat tanggal 20 April yang lalu, Persibat akhirnya dinyatakan kalah WO atas tim tamu Persikad Depok. BLI selaku penata pertandingan memberikan kemenangan 3-0 bagi Persikad Depok.
Sekretaris Persibat, Tulyono tidak menampik tingginya denda yang diterima Persibat. "Denda-denda itu belum dibayar karena belum ada uang. Nanti akan diambilkan dari uang lauk pauk para pegawai di Batang, dengan harapan sampai akhir tahun mencapai Rp 2 M. Karena terus terang kita tidak ada APBD lagi. Namun kami berupaya denda itu dapat dibayar sebelum kompetisi tahun depan berjalan," terangnya.
Terkait terdegradasinya Persibat dari Divisi Utama, Tulyono hanya berharap munculnya keajaiban atas keputusan dari PSSI dan BLI. "Isu yang beredar kompetisi musim depan akan dibagi 3 wilayah, bila begitu berarti tidak akan ada degradasi. Namun kalau tidak berarti kembali di Divisi I. Kita tunggu keajaiban saja," tutr Tulyono. (dik/dm)
Read more ...

Suporter Harapkan Izin Menonton

Sunday, 26 April 2009



BATANG- Pendukung Persibat Batang berharap laga timnya menjamu Persikota Tangerang di Stadion M Sarengat, Jumat (24/4), merupakan yang terakhir tanpa penonton. Mereka yang tergabung dalam komunitas suporter Rewo-Rewo berkeinginan laga selanjutnya melawan Persikab Kabupaten Bandung, Rabu (6/4), bisa disaksikan.

”Kami berharap dengan sangat ada izin dari Kapolda Jateng agar pertandingan di Stadion M Sarengat bisa ditonton. Itu salah satu hiburan sekaligus sarana silaturahmi masyarakat Batang,” ujar Presiden Rewo-Rewo Supari.

Dia memaklumi demi situasi nasional pihak kepolisian tak memberikan izin. Namun, suasana kondusif selama ini selalu terjaga di Batang saat tim Banteng Alas Roban-julukan Persibat- bertanding.

”Kami bisa menerima keputusan Pak Kapolda laga melawan Persikota diizinkan tanpa penonton. Untuk diketahui, hasil evaluasi pertandingan selama ini situasi di stadion selalu terkendali,” imbuhnya.

Setelah menjamu Persikab, Persibat akan mengakhiri kiprah pada Liga Esia (Divisi Utama) melawan Persikabo Kabupaten Bogor, 10 Mei. ”Kami dari Rewo-Rewo sangat berharap Pak Kapolda bisa memberi izin pertandingan Persibat melawan Persikab dan Persikabo bisa disaksikan penonton,” tutur Supari. (ar-78)
Read more ...

Tanpa Suporter, Persibat Kalah

Friday, 24 April 2009

BATANG-Layaknya latihan sepak bola saja Itulah yang terjadi kala Skuad Persibat menjamu Persikota Tanggerang di Stadion M Sarengat, kemarin. Maklum, tak ada teriakan kehebohan dari suporter. Laga kali ini, hanya dipelototi oleh puluhan polisi dan panitia.

Hal itu sesuai dengan insruksi Kapolda Jateng, bahwa pertandingan bisa berlangsung namun tanpa penonton. Akibatnya, semua tribun kosong melompong. Sementara, di luar Stadion, ratusan Roban Mania hanya bisa menunggu.
Begitu wasit Khusnul Yakin meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, kedua kesebelasan tampak canggung. Para pemain loyo, sementara bola melaju santai dari kaki ke kaki. Babak pertama berakhir tanpa gol. Gol baru tercipta ke gawang Persibat pada menit ke 59, oleh gelandang Persikota, Zamrony.
Tertinggal satu gol, menjadikan skuad Alas Roban makin kehilangan semangat. Kapten Persibat, Syla Bamba gagal memotivasi rekan-rekanya. Beberapa kali striker Persibat, Cahyono menyiia-nyiakan peluang emas di depan mistar gawang Persikota.
“Permainan di bawah form. Saya kecewa. Anak-anak tak bersemangat. Sebenarnya banyak peluang emas. Sayang, tak bisa diselesaikan dengan baik,” keluh Pelatih Persibat, Jessy Mustamu. (dik/dm)
Read more ...

Persiku, PSIR dan Persibat batal bertanding

Sunday, 19 April 2009

KUDUS-Pertandingan antara Persiku Kudus melawan Persema Malang yang direncanakan digelar sore ini, urung dilaksanakan. Pagi kemarin, Polda membatalkan izin penyelenggaraan lanjutan kompetisi putaran II Divisi Utama 2009. Padahal, Jumat (17/4) sore manajemen mengaku sudah mendapat izin untuk menyelenggarakannya.

’’Pagi ini, kami ditelepon Polda mengenai hal itu,’’ kata Manajer Persiku, Fajar Akriana, kemarin. Alasannya adalah situasi yang berkembang saat ini.
’’Ini juga berlaku untuk pertandingan kandang melawan Persekabpas dan PSIR pada April - Mei nanti,’’ ujarnya.

Mengingat hal tersebut sudah menjadi keputusan Polda, Fajar mengaku pasrah. Setelah menerima kabar tersebut dia langsung berkoordinasi dengan panitia penyelenggara.

Ketua Panpel Persiku Ahmad Sanjali saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan beberapa persiapan. Termasuk diantaranya pembenahan stadion berikut penyediaan tiket masuknya.

’’Kami sudah terlanjur mencetak 10.000 tiket masuk,’’ ungkapnya.
Pelatih Kepala Persema Subangkit yang ditemui usai mencoba lapangan mengaku pasrah.

Bersama ke-19 pemainnya, dia sudah datang ke Kudus pada Jumat (17/4) malam. Namun, bila ternyata aparat keamanan tidak dapat mengeluarkan izin, maka pertandingan tentu tidak dapat diselenggarakan.
’’Perjalanan dari Malang cukup jauh,’’ imbuhnya.

Di Rembang

Dua laga Divisi Utama antara PSIR Rembang melawan Persekapbas Pasuruan (Minggu sore ini) dan Persema Malang (21/4) juga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Humas Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIR Sofwan Haryono mengutarakan, pemberitahuan penundaan izin dua pertandingan tim Dampo Awang itu baru diketahui Sabtu siang kemarin. Panpel, tambahnya, sangat memahami alasan yang diberikan oleh polda.

’’Karena belum diberikannya izin dari polda dua laga kandang PSIR itu ditunda. Atas penundaan ini, kami juga meminta maaf kepada pecinta sepak bola Rembang yang telah lama menantikan dua laga kandang ini,’’ terangnya.

Dia mengutarakan atas penundaan itu, PSIR akan meminta jadwal baru kepada Badan Liga Indonesia (BLI). ’’Setelah adanya kepastian penundaan dua laga ini, PSIR langsung memberi kabar ke BLI. Semoga saja, dua laga kandang itu bisa secepatnya dijadwalkan oleh BLI,’’ ujarnya.

Kapolres Rembang melalui Kabag Operasional Kompol Tri Kartono mengutarakan, sebelum adanya kepastian penundaan, aparat sudah membagi pengamanan di sekitar Stadion Krida yang juga melibatkan aparat Brimob.
’’Kami telah melakukan antisipasi apabila laga Divisi Utama itu diizinkan polda. Namun setelah adanya kepastian penundaan, semua aparat kami tarik kembali,’’ jelasnya.

Karena adanya penundaan itu, tim Persekabpas juga urung datang ke Rembang. Dari penelusuran Suara Merdeka di sejumlah hotel, tidak tercatat adanya booking atas nama tim berjuluk Laskar Sakera itu. Penundaan dua laga kandang ini, membuat sejumlah suporter PSIR Rembang kecewa.

Aldi, salah seorang suporter yang kemarin sore datang ke Stadion Krida untuk mencari tiket mengutarakan kekecewaannya karena sudah cukup lama ingin melihat laga PSIR di kandang.

Karena penundaan itu, para pemain PSIR kemarin sore terlihat tidak melakukan persiapan seperti waktu sebelumnya. Sebagian besar pemain memanfaatkan waktu dengan bersantai di mes Jalan Pemuda ataupun berjalan-jalan seputar kota Rembang.

Di Batang

Pertandingan Persibat melawan Persikad Kota Depok yang rencananya digelar di Stadion M Sarengat, Senin (20/4) juga ditunda.

Sebenarnya, tim berjuluk Banteng Alas Roban itu siap menggelar lanjutan putaran ke dua Liga Divisi Utama (Esia). Sesuai jadwal, setelah melawan Persikad, Persibat pada 24/4 bertemu Persikota Kota Tangerang, selanjutnya menjamu Persikab Kabupaten Bandung pada 6/5 dan terakhir meladeni Persikabo Kabupaten Bogor 10/5.

’’Kami mendukung sepenuhnya langkah Kapolda, dalam rangka menjaga situasi nasional. Sebenarnya penundaan ini menguntungkan Persibat,’’ ujar Asisten Manajer Iptu Haryo Deko Dewo.

Alasannya, para pemain Persibat baru saja sampai di Batang, setelah melakukan pertandingan tandang di Sumatera menghadapi PSDS Deli Serdang dan PSSB Biereun.(H8,H19,ar-54)
Read more ...

Penalti Kalahkan Persibat

Friday, 17 April 2009

BIEREUN-Persibat kembali mengalami kekalahan dalam lawatannya di Sumatera. Mereka ditundukkan PSSB Biereun 0-1 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Cut Gapu, kemarin.

Gawang Handoyo dibobol lewat tendangan penalti yang diberikan wasit Ferdinan D dari Sibolga pada menit ke-80. Keputusan itu diprotes kapten Sylla Bamba, karena merasa tidak ada pelanggaran. Mukhlis Rasyid yang ditunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.

Sejak awal sebenarnya tim tamu menguasai permainan, meski mereka tak bisa memainkan gelandang serang Mousa ’’Gogon’’ Troure karena terkena akumulasi kartu kuning. Dia digantikan Doni Setia Budi. Meski sudah berupaya maksimal, gol tak kunjung diciptakan Persibat. ’’Masak tidak ada pelanggaran wasit menunjuk titik penalti,’’ ujar Asisten Pelatih Cahyono, seusai pertandingan.
Read more ...

Persibat Ingin Curi Poin di Deli

Saturday, 11 April 2009

LUBUK PAKAM- Persibat Batang berambisi mencuri poin di kandang PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Divisi Utama (Liga Esia), Minggu (12/4). Pertandingan tersebut akan dimainkan di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

Pasukan Jessie Mustamu kemarin bertolak melalui Bandara Soekarno Hatta. Setelah mendarat di Bandara Polonia, Medan, mereka langsung ke Lubuk Pakam menggunakan bus carteran.

Seluruh rombongan yang berjumlah 20 orang dipimpin Jessie langsung beristirahat di hotel. Mengenai target, Jessie berharap anak-anak asuhannya bisa sukses seperti saat mengalahkan PSP Padang.

’’Target kami anak-anak tidak gentar meski bermain di luar kandang. Syukur bisa menyesuaikan seperti saat main di Padang,’’ tuturnya.

Pagi ini, Jessie bersama asisten pelatih Cahyono dan M Busro mengajak Sylla Bamba dan kawan-kawan menjajal rumput stadion. Pada putaran pertama di Stadion M Sarengat, Batang, 13 Oktober tahun lalu, PSDS menahan imbang Persibat 1-1.

Sekretaris Manajer M Dodik Abdul Rahman mengingatkan para pemain agar menjaga stamina. Pasalnya, mereka baru saja menempuh perjalanan jauh.
’’Udara di Lubuk Pakam yang panas mudah-mudahan tidak mempengaruhi anak-anak. Kami berharap itu justru menumbuhkan motivasi dan semangat juang yang tinggi,’’ tuturnya.

Menurut asisten manajer Haryo Deko Dewo, warga Batang yang berada di sekitar Deli Serdang dan Medan akan datang ke Stadion Baharuddin Siregar untuk memberikan dukungan kepada Tim Banteng Alas Roban.

’’Ada warga Batang dan Pekalongan yang merantau di Medan yang akan memberikan dukungan langsung di stadion. Mudah-mudahan menjadikan anak-anak lebih percaya diri. Untuk itu mohon doanya agar Persibat sukses di Deli Serdang,’’ harap dia. (ar-78)

/
Read more ...

PSPS kalah di Batang

Friday, 13 March 2009

Asykar Bertuah harus berjiwa besar menerima kekalahan atas tuan rumah Persibat Batang pada lanjutan Liga Divisi Utama Indonesia, namun Posisi PSPS dipuncak klasemen masih aman. Pada petang lalu itu (13/3) Tim kesangan masyarakat Riau kalah 2-1. Gol pertama yang tercipta dari hasil tendangan kaki pemain Persibat, Mousa Traore pada menit ke-7 sempat menggoyahkan pola permaianan PSPS Pekanbaru.


Memasuki menit ke-25 babak pertama, PSPS berusaha menyamakan kedudukannya dengan meningkatkan pola permaianan agressif. Namun serangan anak asuhan Rahman Gurning masih bisa digagalkan pemain Persibat.PSPS Pekanbaru nyaris menciptakan gol pada menit ke-37 ketika tendangan keras, Ade Chandra Kirana yang memanfaatkan kemelut bola di kotak pinalti namun masih bisa antisipasi oleh penjaga gawang Persibat.


Sebelum usai babak pertama, wasit pertandingan, Ahmad Suparman asal Bandung terpaksa mengeluarkan kartu kuning terhadap pemain Persibat Indra Gunawan setelah melakukan pelanggaran pada Ade Chandra Kirana.Pada babak kedua, PSPS Pekanbaru berusaha mengejar ketertinggalannya dengan meningkatkan pola permainan cepat sehingga sempat mendapatkan beberapa peluang untuk menciptakan gol.

Tendangan keras kapten kesebelasan PSPS Pekanbaru, Dzumafo Herman pada menit ke-53 nyaris membuah gol setelah penjaga gawang Persibat Batang, Susanto `Cucak Rowo` gagal menyergap bola. Namun bola dari hasil tendangan Dzumato hanya membentur tiang gawang Persibat.Persibat Batang terus tertekanan lewat serangan-serangan PSPS yang berusaha bangkit dengan meningkatkan pola permainan cepat.Namun Persibat kembali unggul pada menit ke-64. Tertinggal 2-0, PSPS Pekanbaru terus meningkatkan semangatnya mengejar ketertinggalan.

Upaya ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90 dari hasil tendangan keras Dzumafo E. Herman.Abdul Rahman Gurning, merasa kecewa terhadap permaianan anak asuhannya yang dinilia bermain dibawah form."Tertinggal 1-0 pada babak pertama sempat membuat anak-anak `down` sehingga tidak bisa lepas bermain," terangnya.

Selain itu, cidera Rudianto dan Agus Riyanto cukup berpengaruh terhadap permaianan PSPS Pekanbaru. "Jujur saja, permaianan Persibat hanya biasa-biasa saja. Namun dengan tidak bermainnya Rudiyanto dan Agus Riyanto cukup berpengaruh di lini pertengahan PSPS Pekanbaru," Tegas Bang Haji.

Read more ...

Persih kalahkan Persibat

Tuesday, 10 March 2009

BATANG-Persibat tumbang di kandang dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama di Stadion Moh Sarengat, Batang, kemarin. Dalam suasana masih berduka, mereka dikalahkan PersihTembilahan, Riau, 1-2.Keluarga besar Persibat berkabung karena meninggalnya Drs H Soehoed, mantan Bupati yang juga pembina Persibat dan PS Cakra pada 1990-an. Dalam laga itu, seluruh pemain Persibat dan ofisial mengenakan pita hitam.


Para pemain tim tamu juga mengenakan pita hitam di lengan kanannya. Sebelum pertandingan dimulai, didahului mengheningkan cipta.Hujan deras mengiringi peluit kick off yang dibunyikan wasit Samsudin Linta dari Jakarta.
Babak pertama, permainan tuan rumah kacau. Tidak ada sinkronisasi di semua lini. Pemain sering salah umpan.Absennya gelandang Heru Purwono yang terkena akumulasi kartu kuning mememengaruhi permainan tim. Kondisi itu dimanfaatkan lini depan lawan yang diisi Bakko Sadisou, Agung Suprayogi, dan kapten Ruly Handoyo. Menit ke-11 Ruly yang berdiri bebas mendapat umpan matang. Dia langsung mencocor bola ke gawang Susanto Cucakrowo, untuk mengubah kedudukan.


SundulanKetinggalan satu gol, permainan Persibat makin kacau. Menit ke-17 sundulan kepala Agung Prayogi menambah keunggulan anak-anak asuhan Dananjaya.Penampilan Susanto dan Nur Kholis kurang maksimal. Kholis baru sembuh dari tifus. Sedangkan Susanto masih sakit pada engkelnya. Masuknya M Ridwan Mansamber yang mengantikan Abdul Kadir membuat permainan Persibat membaik. Fery Anto, Mamadou Lamarana Diallo, maupun Mousa Troure mampu menggempur pertahanan lawan. Menit ke 44, Mamadaou menggiring bola dari rusuk kiri. Dia mengecoh bek Suyatno kemudian mengirimkan bola kepada M Abdul Kodir.Dengan tendangan kerasnya, bola masuk ke pojok kanan gawang Ardi Sulisdiyanto. Pada babak kedua, Kholis ditarik keluar. Dia digantikan Indra Gunawan.

Permainan Persibat semakin menarik. Menit ke-53 bola tendangan bebas Sylla melintasi garis gawang, namun berhasil dihalau pemain lawan. Wasit tidak menyatakan gol. Para pemain memprotes, tetapi wasit tetap pada keputusannya.

Read more ...

 
 
 
 
Copyright © Persibat Batang