Suporter Harapkan Izin Menonton

Sunday, 26 April 2009



BATANG- Pendukung Persibat Batang berharap laga timnya menjamu Persikota Tangerang di Stadion M Sarengat, Jumat (24/4), merupakan yang terakhir tanpa penonton. Mereka yang tergabung dalam komunitas suporter Rewo-Rewo berkeinginan laga selanjutnya melawan Persikab Kabupaten Bandung, Rabu (6/4), bisa disaksikan.

”Kami berharap dengan sangat ada izin dari Kapolda Jateng agar pertandingan di Stadion M Sarengat bisa ditonton. Itu salah satu hiburan sekaligus sarana silaturahmi masyarakat Batang,” ujar Presiden Rewo-Rewo Supari.

Dia memaklumi demi situasi nasional pihak kepolisian tak memberikan izin. Namun, suasana kondusif selama ini selalu terjaga di Batang saat tim Banteng Alas Roban-julukan Persibat- bertanding.

”Kami bisa menerima keputusan Pak Kapolda laga melawan Persikota diizinkan tanpa penonton. Untuk diketahui, hasil evaluasi pertandingan selama ini situasi di stadion selalu terkendali,” imbuhnya.

Setelah menjamu Persikab, Persibat akan mengakhiri kiprah pada Liga Esia (Divisi Utama) melawan Persikabo Kabupaten Bogor, 10 Mei. ”Kami dari Rewo-Rewo sangat berharap Pak Kapolda bisa memberi izin pertandingan Persibat melawan Persikab dan Persikabo bisa disaksikan penonton,” tutur Supari. (ar-78)
Read more ...

Tanpa Suporter, Persibat Kalah

Friday, 24 April 2009

BATANG-Layaknya latihan sepak bola saja Itulah yang terjadi kala Skuad Persibat menjamu Persikota Tanggerang di Stadion M Sarengat, kemarin. Maklum, tak ada teriakan kehebohan dari suporter. Laga kali ini, hanya dipelototi oleh puluhan polisi dan panitia.

Hal itu sesuai dengan insruksi Kapolda Jateng, bahwa pertandingan bisa berlangsung namun tanpa penonton. Akibatnya, semua tribun kosong melompong. Sementara, di luar Stadion, ratusan Roban Mania hanya bisa menunggu.
Begitu wasit Khusnul Yakin meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, kedua kesebelasan tampak canggung. Para pemain loyo, sementara bola melaju santai dari kaki ke kaki. Babak pertama berakhir tanpa gol. Gol baru tercipta ke gawang Persibat pada menit ke 59, oleh gelandang Persikota, Zamrony.
Tertinggal satu gol, menjadikan skuad Alas Roban makin kehilangan semangat. Kapten Persibat, Syla Bamba gagal memotivasi rekan-rekanya. Beberapa kali striker Persibat, Cahyono menyiia-nyiakan peluang emas di depan mistar gawang Persikota.
“Permainan di bawah form. Saya kecewa. Anak-anak tak bersemangat. Sebenarnya banyak peluang emas. Sayang, tak bisa diselesaikan dengan baik,” keluh Pelatih Persibat, Jessy Mustamu. (dik/dm)
Read more ...

Persiku, PSIR dan Persibat batal bertanding

Sunday, 19 April 2009

KUDUS-Pertandingan antara Persiku Kudus melawan Persema Malang yang direncanakan digelar sore ini, urung dilaksanakan. Pagi kemarin, Polda membatalkan izin penyelenggaraan lanjutan kompetisi putaran II Divisi Utama 2009. Padahal, Jumat (17/4) sore manajemen mengaku sudah mendapat izin untuk menyelenggarakannya.

’’Pagi ini, kami ditelepon Polda mengenai hal itu,’’ kata Manajer Persiku, Fajar Akriana, kemarin. Alasannya adalah situasi yang berkembang saat ini.
’’Ini juga berlaku untuk pertandingan kandang melawan Persekabpas dan PSIR pada April - Mei nanti,’’ ujarnya.

Mengingat hal tersebut sudah menjadi keputusan Polda, Fajar mengaku pasrah. Setelah menerima kabar tersebut dia langsung berkoordinasi dengan panitia penyelenggara.

Ketua Panpel Persiku Ahmad Sanjali saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan beberapa persiapan. Termasuk diantaranya pembenahan stadion berikut penyediaan tiket masuknya.

’’Kami sudah terlanjur mencetak 10.000 tiket masuk,’’ ungkapnya.
Pelatih Kepala Persema Subangkit yang ditemui usai mencoba lapangan mengaku pasrah.

Bersama ke-19 pemainnya, dia sudah datang ke Kudus pada Jumat (17/4) malam. Namun, bila ternyata aparat keamanan tidak dapat mengeluarkan izin, maka pertandingan tentu tidak dapat diselenggarakan.
’’Perjalanan dari Malang cukup jauh,’’ imbuhnya.

Di Rembang

Dua laga Divisi Utama antara PSIR Rembang melawan Persekapbas Pasuruan (Minggu sore ini) dan Persema Malang (21/4) juga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Humas Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSIR Sofwan Haryono mengutarakan, pemberitahuan penundaan izin dua pertandingan tim Dampo Awang itu baru diketahui Sabtu siang kemarin. Panpel, tambahnya, sangat memahami alasan yang diberikan oleh polda.

’’Karena belum diberikannya izin dari polda dua laga kandang PSIR itu ditunda. Atas penundaan ini, kami juga meminta maaf kepada pecinta sepak bola Rembang yang telah lama menantikan dua laga kandang ini,’’ terangnya.

Dia mengutarakan atas penundaan itu, PSIR akan meminta jadwal baru kepada Badan Liga Indonesia (BLI). ’’Setelah adanya kepastian penundaan dua laga ini, PSIR langsung memberi kabar ke BLI. Semoga saja, dua laga kandang itu bisa secepatnya dijadwalkan oleh BLI,’’ ujarnya.

Kapolres Rembang melalui Kabag Operasional Kompol Tri Kartono mengutarakan, sebelum adanya kepastian penundaan, aparat sudah membagi pengamanan di sekitar Stadion Krida yang juga melibatkan aparat Brimob.
’’Kami telah melakukan antisipasi apabila laga Divisi Utama itu diizinkan polda. Namun setelah adanya kepastian penundaan, semua aparat kami tarik kembali,’’ jelasnya.

Karena adanya penundaan itu, tim Persekabpas juga urung datang ke Rembang. Dari penelusuran Suara Merdeka di sejumlah hotel, tidak tercatat adanya booking atas nama tim berjuluk Laskar Sakera itu. Penundaan dua laga kandang ini, membuat sejumlah suporter PSIR Rembang kecewa.

Aldi, salah seorang suporter yang kemarin sore datang ke Stadion Krida untuk mencari tiket mengutarakan kekecewaannya karena sudah cukup lama ingin melihat laga PSIR di kandang.

Karena penundaan itu, para pemain PSIR kemarin sore terlihat tidak melakukan persiapan seperti waktu sebelumnya. Sebagian besar pemain memanfaatkan waktu dengan bersantai di mes Jalan Pemuda ataupun berjalan-jalan seputar kota Rembang.

Di Batang

Pertandingan Persibat melawan Persikad Kota Depok yang rencananya digelar di Stadion M Sarengat, Senin (20/4) juga ditunda.

Sebenarnya, tim berjuluk Banteng Alas Roban itu siap menggelar lanjutan putaran ke dua Liga Divisi Utama (Esia). Sesuai jadwal, setelah melawan Persikad, Persibat pada 24/4 bertemu Persikota Kota Tangerang, selanjutnya menjamu Persikab Kabupaten Bandung pada 6/5 dan terakhir meladeni Persikabo Kabupaten Bogor 10/5.

’’Kami mendukung sepenuhnya langkah Kapolda, dalam rangka menjaga situasi nasional. Sebenarnya penundaan ini menguntungkan Persibat,’’ ujar Asisten Manajer Iptu Haryo Deko Dewo.

Alasannya, para pemain Persibat baru saja sampai di Batang, setelah melakukan pertandingan tandang di Sumatera menghadapi PSDS Deli Serdang dan PSSB Biereun.(H8,H19,ar-54)
Read more ...

Penalti Kalahkan Persibat

Friday, 17 April 2009

BIEREUN-Persibat kembali mengalami kekalahan dalam lawatannya di Sumatera. Mereka ditundukkan PSSB Biereun 0-1 dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Cut Gapu, kemarin.

Gawang Handoyo dibobol lewat tendangan penalti yang diberikan wasit Ferdinan D dari Sibolga pada menit ke-80. Keputusan itu diprotes kapten Sylla Bamba, karena merasa tidak ada pelanggaran. Mukhlis Rasyid yang ditunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik.

Sejak awal sebenarnya tim tamu menguasai permainan, meski mereka tak bisa memainkan gelandang serang Mousa ’’Gogon’’ Troure karena terkena akumulasi kartu kuning. Dia digantikan Doni Setia Budi. Meski sudah berupaya maksimal, gol tak kunjung diciptakan Persibat. ’’Masak tidak ada pelanggaran wasit menunjuk titik penalti,’’ ujar Asisten Pelatih Cahyono, seusai pertandingan.
Read more ...

Persibat Ingin Curi Poin di Deli

Saturday, 11 April 2009

LUBUK PAKAM- Persibat Batang berambisi mencuri poin di kandang PSDS Deli Serdang dalam lanjutan Divisi Utama (Liga Esia), Minggu (12/4). Pertandingan tersebut akan dimainkan di Stadion Baharuddin Siregar, Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

Pasukan Jessie Mustamu kemarin bertolak melalui Bandara Soekarno Hatta. Setelah mendarat di Bandara Polonia, Medan, mereka langsung ke Lubuk Pakam menggunakan bus carteran.

Seluruh rombongan yang berjumlah 20 orang dipimpin Jessie langsung beristirahat di hotel. Mengenai target, Jessie berharap anak-anak asuhannya bisa sukses seperti saat mengalahkan PSP Padang.

’’Target kami anak-anak tidak gentar meski bermain di luar kandang. Syukur bisa menyesuaikan seperti saat main di Padang,’’ tuturnya.

Pagi ini, Jessie bersama asisten pelatih Cahyono dan M Busro mengajak Sylla Bamba dan kawan-kawan menjajal rumput stadion. Pada putaran pertama di Stadion M Sarengat, Batang, 13 Oktober tahun lalu, PSDS menahan imbang Persibat 1-1.

Sekretaris Manajer M Dodik Abdul Rahman mengingatkan para pemain agar menjaga stamina. Pasalnya, mereka baru saja menempuh perjalanan jauh.
’’Udara di Lubuk Pakam yang panas mudah-mudahan tidak mempengaruhi anak-anak. Kami berharap itu justru menumbuhkan motivasi dan semangat juang yang tinggi,’’ tuturnya.

Menurut asisten manajer Haryo Deko Dewo, warga Batang yang berada di sekitar Deli Serdang dan Medan akan datang ke Stadion Baharuddin Siregar untuk memberikan dukungan kepada Tim Banteng Alas Roban.

’’Ada warga Batang dan Pekalongan yang merantau di Medan yang akan memberikan dukungan langsung di stadion. Mudah-mudahan menjadikan anak-anak lebih percaya diri. Untuk itu mohon doanya agar Persibat sukses di Deli Serdang,’’ harap dia. (ar-78)

/
Read more ...

 
 
 
 
Copyright © Persibat Batang