
BATANG-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami Persibat Batang. Setelah terjerembab degradasi dari Divisi Utama, kini Laskar Alas Roban masih harus menanggung denda dari Komisi Disiplin sebesar Rp 205 juta.
Denda sebesar itu akibat dari tujuh kesalahan pada laga Liga Divisi Utama musim kompetisi 2008-2009 dan di ajang Copa Dji Sam Soe 2008, yang telah berakhir Minggu (10/5) lalu. Kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh personal manajemen, pemain, tim dan para penonton kala Persibat menjadi tuan rumah.
Denda sebesar itu akibat dari tujuh kesalahan pada laga Liga Divisi Utama musim kompetisi 2008-2009 dan di ajang Copa Dji Sam Soe 2008, yang telah berakhir Minggu (10/5) lalu. Kesalahan-kesalahan itu dilakukan oleh personal manajemen, pemain, tim dan para penonton kala Persibat menjadi tuan rumah.
Sesuai catatan Badan Liga Indonesia (BLI), Manajer Persibat Bambang Bintoro SE tercatat melakukan kesalahan 2 kali. Yakni, kala berlangsungnya laga Divisi Utama antara Persibat vs Persiraja Banda Aceh (29/11), dan Persibat kontra Persikad Depok (13/12) pada ajang Copa Dji Sam Soe.
Buah dua kesalahan tersebut, Persibat didenda Rp 50 juta dan Rp 30 juta. Serta larangan beraktifitas di dunia sepakbola Indonesia selama 1 tahun. Ditambah lagi, gara-gara mendapat 4 kartu kuning saat menjamu PSAP Sigli (3/12), Persibat didenda Rp 10 juta. Juga saat menjadi tamu di kandang PSSB Bireuen (16/4) dengan 4 kartu kuning. Persibat didenda Rp 15 juta.
Akibat ulah penonton yang melakukan pelemparan dan masuk lapangan, Panitia Pertandingan Persibat melawan Mitra Kukar (3/2) dan Persisam Samarinda (7/2) juga terkena getahnya, berupa denda Rp 20 juta dan Rp 30 juta. Begitu pula dengan Kholis yang memukul Assisten Wasit II, yang berakhir keluarnya denda Rp 50 juta dan skorsing 3 kali pertandingan.
Nasib apes yang dialami Persibat tidak berhenti disitu. Akibat tidak mendapatkan ijin menggelar pertandingan di Stadion Moh Sarengat tanggal 20 April yang lalu, Persibat akhirnya dinyatakan kalah WO atas tim tamu Persikad Depok. BLI selaku penata pertandingan memberikan kemenangan 3-0 bagi Persikad Depok.
Sekretaris Persibat, Tulyono tidak menampik tingginya denda yang diterima Persibat. "Denda-denda itu belum dibayar karena belum ada uang. Nanti akan diambilkan dari uang lauk pauk para pegawai di Batang, dengan harapan sampai akhir tahun mencapai Rp 2 M. Karena terus terang kita tidak ada APBD lagi. Namun kami berupaya denda itu dapat dibayar sebelum kompetisi tahun depan berjalan," terangnya.
Terkait terdegradasinya Persibat dari Divisi Utama, Tulyono hanya berharap munculnya keajaiban atas keputusan dari PSSI dan BLI. "Isu yang beredar kompetisi musim depan akan dibagi 3 wilayah, bila begitu berarti tidak akan ada degradasi. Namun kalau tidak berarti kembali di Divisi I. Kita tunggu keajaiban saja," tutr Tulyono. (dik/dm)